Workshop Design Thinking For Digital Startup

Pelaksanaan kegiatan workshop Design Thinking for Digital Startup dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2018 dan dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga 16.30 WITA. Acara workshop dibuka oleh Panitia Penyelenggara dari BDI Denpasar dan selanjutnya dilanjutkan oleh sesi seminar. Pembicara pada seminar ini adalah Korniawan Prabowo selaku Praktisi UI/UX Designer dari Jersey Bali Digital Agency. Worlshop ini di moderator oleh Panitia Penyelenggara dari BDI Denpasar dengan jumlah peserta 40 orang. Peserta berasal dari tenant binaan Inbis Tohpati BDI Denpasar dan Peserta umum yang tertartik mengembangkan ide bisnis startup. Materi Design Thinking dibawakan oleh Korniawan Prabowo yang merupakan Praktisi UI/UX Designer dari Jersey Bali Digital Agency.

 

Design Thinking merupakan salah satu metode baru dalam melakukan proses desain. Design Thinking merupakan metode penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user sentris. Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown, kata Korniawan Prabowo.

 

Korniawan Prabowo menjelaskan, bahwa dalam desain thinking terdapat 5 tahapan yang harus dilalui sebelum menghasilkan sebuah produk atau jasa yang akan di uji ke pasar/konsumen. 5 tahapan Design Thinking tersebut yang nantinya akan dipelajari dan dipraktikan pada workshop ini, ujarnya.

Tahap Empathies (Empati) merupakan tahap pertama yaitu proses melihat, mendengar, merasakan dan memahami kesulitan atau penderitaan yang dialami oleh calon konsumen. Peserta diharuskan menentukan permasalahan yang valid dan mencari tahu solusi yang ingin dihadirkan.

  Tahap kedua yaitu proses merumuskan pokok permasalahan (Defining the Problem). Setelah mengerti permasalahan yang telah ditemukan di Tahap Empathies, peserta saat ini telah mengetahui keinginan, dan kegundahan dari target market/konsumen. Langkah selanjutnya, para peserta diminta untuk mendefinisikan hal - hal yang menjadi masalah utama dari hasil Tahap Empathies sebelumnya.

Ketiga, Tahap Ideate (Ide), yaitu proses memikirkan ide apa yang bisa dilakukan dengan menelurkan ide-ide serta solusi yang bisa ditawarkan(think about solution and generate ideas to be proposed) dengan cara menentukan unique value proposition. Ideate adalah melakukan brainstormingterhadap masalah utama dari target market peserta. Hal yang ditekankan pada proses ini yaitu peserta diminta untuk fokus pada solusi-solusi yang dirasa menjawab masalah. Barulah, pada tahap selanjutnya, peserta diminta mengelompokkan berbagai solusi - solusi tersebut ke dalam tiga hal, yaitu feasible, viable,dan desirable. Dari kumpulan ide solusi tersebut, Peserta diminta memprioritaskan solusi apa yang dari sisi bisnis yang paling banyak value-nya. Peserta diharapkan dapat melihat value for business yang paling besar, namun menghabiskan usaha ( effort ) yang paling sederhana.

Keempat, Tahap Prototype yaitu membuat purwarupa (prototype) sebagai visualisasi ide yang terbesit (creating prototype as a visualization of an idea). Saat peserta sudah menemukan solusi yang paling feasible, viable, dan desirable, peserta diminta membuat sebuah prototyping, mulai dari tahap sketchwireframe, hingga dalam bentuk3D mockup. Prototype berisi setidaknya tiga fitur dari produk yang dibuat berdasarkan masalah yang dihadapi oleh pengguna yang kemudian ingin kita selesaikan. Pada kegiatan ini, pembuatan prototypemenggunakan paper prototype yang di gambar oleh masing - masing peserta dengan mengisikan 3 fitur utama.

Kelima, Tahap Testing yaitu melakukan test dan menyempurnakan purwarupa (prototype). Setelah melakukan 4 tahapan, tahapan terakhir adalah testing,testing produk tersebut langsung dicoba ke target market/calon konsumen. Saat proses testing peserta diminta untuk mencatat saran dan opini selama prosestesting berlangsung, dan diminta memperbaiki kesalahan yang ada sebelum produk/aplikasi tersebut benar-benar diluncurkan ke pasar.

Workshop diakhiri dengan sesi pitching oleh 3 Peserta terbaik dan selanjutnya dilanjutkan oleh sesi foto bersama dan networking antar peserta. Sangat bagus sekali, kegiatan ini luar biasa dan saya mendapatkan pengetahuan baru tentang proses untuk membuat sebuah ide baru, semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan oleh BDI Denpasar, ujar Bayu Pratama yang merupakan salah satu peserta di workshop ini. 

 

 

>

Pelaksanaan kegiatan workshop Design Thinking for Digital Startup dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2018 dan dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga 16.30 WITA. Acara workshop dibuka oleh Panitia Penyelenggara dari BDI Denpasar dan selanjutnya dilanjutkan oleh sesi seminar. Pembicara pada seminar ini adalah Korniawan Prabowo selaku Praktisi UI/UX Designer dari Jersey Bali Digital Agency. Worlshop ini di moderator oleh Panitia Penyelenggara dari BDI Denpasar dengan jumlah peserta 40 orang. Peserta berasal dari tenant binaan Inbis Tohpati BDI Denpasar dan Peserta umum yang tertartik mengembangkan ide bisnis startup. Materi Design Thinking dibawakan oleh Korniawan Prabowo yang merupakan Praktisi UI/UX Designer dari Jersey Bali Digital Agency.

 

Design Thinking merupakan salah satu metode baru dalam melakukan proses desain. Design Thinking merupakan metode penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user sentris. Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown, kata Korniawan Prabowo.

 

Korniawan Prabowo menjelaskan, bahwa dalam desain thinking terdapat 5 tahapan yang harus dilalui sebelum menghasilkan sebuah produk atau jasa yang akan di uji ke pasar/konsumen. 5 tahapan Design Thinking tersebut yang nantinya akan dipelajari dan dipraktikan pada workshop ini, ujarnya.

Tahap Empathies (Empati) merupakan tahap pertama yaitu proses melihat, mendengar, merasakan dan memahami kesulitan atau penderitaan yang dialami oleh calon konsumen. Peserta diharuskan menentukan permasalahan yang valid dan mencari tahu solusi yang ingin dihadirkan.

  Tahap kedua yaitu proses merumuskan pokok permasalahan (Defining the Problem). Setelah mengerti permasalahan yang telah ditemukan di Tahap Empathies, peserta saat ini telah mengetahui keinginan, dan kegundahan dari target market/konsumen. Langkah selanjutnya, para peserta diminta untuk mendefinisikan hal - hal yang menjadi masalah utama dari hasil Tahap Empathies sebelumnya.

Ketiga, Tahap Ideate (Ide), yaitu proses memikirkan ide apa yang bisa dilakukan dengan menelurkan ide-ide serta solusi yang bisa ditawarkan(think about solution and generate ideas to be proposed) dengan cara menentukan unique value proposition. Ideate adalah melakukan brainstormingterhadap masalah utama dari target market peserta. Hal yang ditekankan pada proses ini yaitu peserta diminta untuk fokus pada solusi-solusi yang dirasa menjawab masalah. Barulah, pada tahap selanjutnya, peserta diminta mengelompokkan berbagai solusi - solusi tersebut ke dalam tiga hal, yaitu feasible, viable,dan desirable. Dari kumpulan ide solusi tersebut, Peserta diminta memprioritaskan solusi apa yang dari sisi bisnis yang paling banyak value-nya. Peserta diharapkan dapat melihat value for business yang paling besar, namun menghabiskan usaha ( effort ) yang paling sederhana.

Keempat, Tahap Prototype yaitu membuat purwarupa (prototype) sebagai visualisasi ide yang terbesit (creating prototype as a visualization of an idea). Saat peserta sudah menemukan solusi yang paling feasible, viable, dan desirable, peserta diminta membuat sebuah prototyping, mulai dari tahap sketchwireframe, hingga dalam bentuk3D mockup. Prototype berisi setidaknya tiga fitur dari produk yang dibuat berdasarkan masalah yang dihadapi oleh pengguna yang kemudian ingin kita selesaikan. Pada kegiatan ini, pembuatan prototypemenggunakan paper prototype yang di gambar oleh masing - masing peserta dengan mengisikan 3 fitur utama.

Kelima, Tahap Testing yaitu melakukan test dan menyempurnakan purwarupa (prototype). Setelah melakukan 4 tahapan, tahapan terakhir adalah testing,testing produk tersebut langsung dicoba ke target market/calon konsumen. Saat proses testing peserta diminta untuk mencatat saran dan opini selama prosestesting berlangsung, dan diminta memperbaiki kesalahan yang ada sebelum produk/aplikasi tersebut benar-benar diluncurkan ke pasar.

Workshop diakhiri dengan sesi pitching oleh 3 Peserta terbaik dan selanjutnya dilanjutkan oleh sesi foto bersama dan networking antar peserta. Sangat bagus sekali, kegiatan ini luar biasa dan saya mendapatkan pengetahuan baru tentang proses untuk membuat sebuah ide baru, semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan oleh BDI Denpasar, ujar Bayu Pratama yang merupakan salah satu peserta di workshop ini.