In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar bekerjasama dengan STMIK PRIMAKARA dan Future Preneur menyelenggarakan seminar pada Rabu 29 April kemarin di Balai Diklat Industri Denpasar Tohpati. Tema yang diusung adalah “Mewujudkan Generasi Emas Indonesia”. Topik seminar yang dibahas yaitu “Membangun Kemandirian Teknologi Informasi Bangsa”. Selain seminar, juga diadakan Workshop pada Kamis 30 April dengan topik “Mengembangkan Ide Bisnis Digital Kreatif”. Acara itu diikuti SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, khususnya teknologi informasi dan multimedia. Disela-sela acara juga dilangsungkan pameran produk digital kreatif yang diikuti Start Up Incubator Business Tohpati, Primakara, dan Star Up dari kota Malang. (Bali Post, 241/1948, Denpasar)

Last Updated (Thursday, 30 April 2015 16:33)

 

jadwal Program Inkubasi Bisnis Industri Kreatif Angkatan I INBIS TOHPATI

berikut kami lampirkan jadwal Program Inkubasi Bisnis Industri Kreatif Angkatan I INBIS TOHPATI

 

Workshop Pendampingan I Industry Kreatif Warna Alam Di Sentra Tenun Kota Praya, Lombok Tengah

Pada rabu tanggal 4-5 Maret 2015, Tim BDI Denpasar berkunjung ke Kabupaten Lombok Tengah tepatnya Desa Batu Jai. Kunjungan tersebut terkait dengan kegiatan Program Pendampingan terhadap sentra tenun di sekitar Kota Praya, Lombok Tengah. Kegiatan pendampingan dikemas dalam acara workshop  yang menghadirkan narasumber dari konsultan tekstil Denpasar yaitu I Gusti Ngurah Agung. Peserta workshop dihadiri oleh sentra tenun Batu Jai, sentra tenun sentra Ungga, dan sentra tenun Sukarare

Hari pertama, acara dibuka oleh Ketua Tim BDI Denpasar Ida Bagus Made Juniartha. Acara kemudian dilanjutkan dengan teori mengenai pencelupan warna, dan  pembutan warna indigo. Disamping teori para anggota sentra diajak melakukan praktek langsung untuk menerapkan teori yang diberikan oleh instruktur pencelupan I Gusti Ngurah Agung.

Hari kedua, workshop dilanjutkan dengan materi praktek pencelupan warna alam tetapi dengan bahan pewarna alam yang lain. Selain teknis pewarnaan peserta juga diberikan materi tentang kontrol kualitas pencelupan. Diakhir acara ditutup oleh Kadis Perindrag Bapak Amir Husen.

Setelah dua hari kegiatan para peserta terlihat cukup puas dengan materi yang diberikan. Hal ini tampak dari beberapa orang peserta yang berkeinginan untuk melakukan sendiri pencelupan warna indigo tersebut.

ok1ok2ok3ok4ok5ok6

 

Pengumuman Hasil Seleksi Calon Tenant Program Industri Kreatif Angkatan I 2015 BDI Denpasar

Dengan ini panitia Program Inkubasi menetapkan hasil seleksi Tenant Program Inkubasi Bisnis Industrt Kreatif Angkatan I 2015

Siapkan diri dan team untuk tahap selanjutnya yaitu Pre Incubation

Jadwal Pre Incubation paling lambat akan diupload minggu depan

Last Updated (Thursday, 19 March 2015 14:27)

 

Workshop Pendampingan I Alumni Industry Kreatif Kain Warna Alam Di Sentra Tenun Menuh Sangkar Agung, Jembrana

Dalam rangka tindak lanjut dari program Pelatihan Industri Kreatif Pencelupan Warna Alam tahun 2014, BDI Denpasar melaksanakan kegiatan pendampingan di salah satu sentra tenun cag cag di Kabupaten Jembrana. Kegiatan tersebut dilaksanakan  pada tanggal 17-18 Februari 2015 dan disambut cukup antusias oleh anggota sentra tersebut. Kegiatan pendampingan dikemas dalam acara workshop  yang menghadirkan narasumber dari praktisi industri tenun songket yaitu Drs I Made Ruda dan Wayan Sarja.

Hari pertama, acara terlebih dahulu dibuka oleh Plt. Kadis Perindagkop, yang sekaligus memberikan pengarahan program. Acara dilajutkan tata cara pewarnaan alam indigo dan tata cara pencelupan warna indigo oleh Tim instruktur. Para anggota sentra diajak melakukan praktek langsung untuk menerapkan teori yang diberikan oleh instruktur pencelupan Made Ruda.

Hari Kedua, workshop dilaknjutkan dengan menyajikan materi Teknologi ATBM Songket Denpasar. Alat tenun songket Denpasar ini bukan berupa mesin, melainkan berupa alat tenun klasik yang telah dimodifikasi agar lebih mudah penggunaannya. Alat tenun ini lebih cepat 3-4 kali dibandingkan alat tenun cag-cag tradisional. Alat tenun songket ini memudahkan pekerja penenun tidak lagi terikat di alat penenunnya, melainkan dapat duduk, berdiri dan melakukan aktifitas lainnya. Kombinasi tenun songket Denpasar dapat membuat pembuatan songket lebih lebar ketimbang songket cag-cag. Narasumber Wayan Sarja yang notabene ahli tenun di Kota Denpasar memotivasi para anggota sentra agar mau untuk melakukan alih teknologi untuk meningkatkan produktivitasnya.

Setelah dua hari kegiatan para peserta terlihat cukup puas dengan materi yang diberikan. Hal ini tampak dari beberapa orang putra yang berkeinginan untuk melakukan sendiri pencelupan warna indigo tersebut serta meminta untuk dilakukan kegiatan serupa dengan materi yaitu Teknik Produksi Dengan Alat Tenun Songket Denpasar

Last Updated (Thursday, 26 February 2015 07:20)