Sejarah

Balai Diklat Industri Regional VI Denpasar yang pada awal terbentuknya tanggal 29 November 1984 bernama Balai Latihan Industri sesuai dengan surat keputusan Mentri Perindustrian No 417/M/Sk/11/1984 mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai departemen perindustrian, dengan cakupan wilayah kerja meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Irian Jaya, dan Timor-Timor.

Seiring dengan perkembangan pembangunan sektor industri pada tahun 2006 dilakukan perubahan struktur organisasi sesuai Peraturan Mentri Perindustrian No 50/M-Ind/Per/6/2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Industri aparatur dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Bali, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat. Berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Nomor : 09/Sj?Ind/Per/10/2012 tentang Reposisi Pengembangan Unit Pendidikan dan Balai Diklat Industri di lingkungan Kementerian Perindustrian dan Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-Ind/Per/5/2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan Industri, maka Balai Diklat Industri Regional VI Denpasar berubah menjadi Balai Diklat Industri Denpasar dengan lingkup pelayanan nasional dan berbasis kompetensi dengan spesialisasi di bidang industri kreatif, khususnya animasi, kerajinan dan barang seni.

Melihat pertumbuhan industri kreatif nasional dan potensi perkembangannya, salah satu langkah strategis yang dilakukan kementerian perindustrian dalam pengembangan industri kreatif adalah melalui pembangunan Pusat Industri Kreatif Bali (Bali Creative Industry Center) yang dilengkapi ditunjang dengan berbagai penyediaan fasilitas pendukung sehingga diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan dan pengembangan industri kreatif digital center, software, animasi, kerajinan, barang seni, dan wirausaha baru bidang digital creative.

Adapun tugas BDI Denpasar adalah melaksanakan diklat bagi SDM industri dengan spesialisasi animasi, kerajinan dan barang seni. Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut BDI denpasar mempunyai Fungsi :

  • Pelaksanaan diklat berbasis spesialisasi dan kompetensi sesuai dengan SKKNI.
  • Perencanaan diklat bagi SDM Industri yg berbasis spesialisasi & komptensi.
  • Uji kompetensi, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja.
  • Identifikasi kebutuhan kompetensi SDM.
  • Inkubator bisnis, kerjasama dan pengembangan program diklat.
  • Evaluasi & pelaporan kegiatan diklat serta tata usaha.


Untuk dapat menyiapkan tenaga kerja industri siap pakai dan wirausaha mandiri BDI Denpasar bekerjasama dengan beberapa industri animasi diantaranya : PT. Bamboomedia, PT. Bali Animasi Solusi Ekakarsa (BASE STUDIO), Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), PT. JITU Kreasi Utama, PT. Bahtera Media Network.

Gedung Bdi Denpasar dibangun di atas lahan 1,2 hektar dengan peruntukan lobby, kantor, ruang kelas, laboratorium komputer berfungsi sebagai tempat uji kompetensi, ruang desain industri kerajinan kreatif, animasi dan promosi yang memiliki fasilitas: mini theater, ruang sound recording, ruang motion capture, ruang meeting dan ruang inkubator bisnis. ruang LSP yang memfasilitasi uji kompetensi peserta diklat. Terdapat pula showroom handycraft, keramik, fesyen, jewelry dan gedung workshop fashion, kerajinan, dan perpustakaan, selain itu dilengkapi fasilitas penunjang yakni asrama 51 kamar dengan kapasitas total 106 orang, ruang makan dan sarana olah raga.

Keberadaan Bdi Denpasar dan fasilitas didalamnya diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh kalangan sdm industri untuk mendorong daya saing industry melalui pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan industri luar negeri